
MALANG – Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pengembangan kualitas pendidikan vokasi, Program Studi Magister (S2) Pendidikan Bahasa Inggris Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menjalin kolaborasi strategis dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris SMK Kabupaten Malang.
Kerja sama ini terealisasi dalam sebuah gelaran akbar yang diselenggarakan di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kabupaten Malang, pada Minggu, 25 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting pertemuan antara akademisi perguruan tinggi dengan praktisi pendidikan di tingkat sekolah menengah kejuruan.
Peran Aktif Dosen sebagai Juri
Dalam kegiatan tersebut, peran Unikama tidak hanya sebatas tamu undangan. Para dosen dari Prodi S2 Pendidikan Bahasa Inggris Unikama dipercaya untuk terlibat langsung sebagai dewan juri dalam berbagai lomba Bahasa Inggris yang diikuti oleh siswa-siswi SMK se-Kabupaten Malang.
Keterlibatan para dosen ini bertujuan untuk memberikan penilaian yang objektif sekaligus standar akademik yang tinggi, sehingga kompetisi ini dapat menjadi tolak ukur kompetensi bahasa Inggris para siswa SMK di wilayah Kabupaten Malang.
Kenalkan Dunia Kampus Melalui Campus Expo
Selain kompetisi akademik, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan Campus Expo. Unikama hadir untuk memberikan wawasan dan informasi terkait pendidikan lanjut kepada para siswa SMK. Hal ini diharapkan dapat memotivasi peserta didik untuk terus menuntut ilmu hingga ke jenjang perguruan tinggi.
Sinergi untuk Masa Depan
Perwakilan dari Prodi S2 Pendidikan Bahasa Inggris Unikama menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi konkret antara perguruan tinggi dan komunitas pendidik (MGMP).
“Ini adalah upaya bersama untuk mendukung pengembangan kompetensi serta memotivasi peserta didik agar lebih siap menghadapi masa depan. Kami berharap kehadiran Unikama di tengah-tengah MGMP dapat memberikan dampak positif bagi pembelajaran Bahasa Inggris, khususnya di tingkat SMK,” ujarnya.
Kerja sama antara Unikama dan MGMP Bahasa Inggris SMK Kabupaten Malang ini diharapkan tidak berhenti di sini, melainkan dapat berlanjut dalam program-program pengembangan guru dan siswa yang lebih intensif di masa mendatang.
